Video Tari Saman Tampil di Festival Dubai Global Village 2016

shares

"Aceh tampil di Festival Dubai Global Village 2016 dengan menampil Tarian Saman, Rapa’I Geleng, Tarian Prang Sabi dan lain-lain."

 

Wisataceh.comDubai Global Village adalah ekstravaganza budaya terbesar musiman di kawasan ini yang menawarkan banyak hal menakjubkan dari festival, belanja dan hiburan di taman terbuka. Sebuah pameran yang mempertontonkan kultur, bisnis, potensi, dan keanekaragaman khas dari berbagai negara di dunia. Kegiatan Dubai Global Village juga menawarkan sebuah pengalaman yang tidak terlupakan, dikarenakan para pengunjung akan merasakan sensasi dari sebuah taman hiburan terbesar dan termegah di Uni Emirat Arab. 

Terdapat pertunjukkan seni budaya hingga melihat langsung para pengrajin industri kecil dari berbagai penjuru dunia. 35 negara termasuk Indonesia juga turut serta mengambil bagian dalam mendukung kegiatan tersebut. Dubai Global Village pertama dilaksanakan pada tahun 1996, berlokasi di Dubai Shopping Festival. Aceh berkesempatan untuk promosi budaya, pariwisata Aceh dan promosi produk unggulan Aceh. Di beberapa video yang diposting oleh akun Instagram @rahmadhani.sulaiman mengenai penampilan tarian Aceh di Dubai Global Village 2016 dan di repost oleh Instagram @WisataAceh banyak tanggapan positif dari follower Wisata Aceh. Aceh patut berbangga karena bisa tampil di acara international ini sekaligus mempromosikan tempat wisata, kuliner, adat dan budaya Aceh ke penjuru dunia.


#thelightofaceh dan #WisataHalalAceh / Wisata Aceh



Setelah Lombok dinobatkan sebagai objek wisata halal di Indonesia. Kementrian Pariwisata menargetkan daerah lain untuk menjadi destinasi yang sama. Setidaknya pada tahun 2016, dua daerah lainnya di Indonesia yang akan menjadi objek wisata halal, yakni Aceh dan Sumatra Barat. Untuk itu, banyak yang harus disiapkan jika sebuah daerah ingin dijadikan objek wisata halal. Sebab, halal tidak hanya makanan, tetapi juga tempat penginapan, perjalanan, objek-objek wisata yang dituju, dan sebagainya.

 

Nah ini video penampilan tarian Aceh di Festival Dubal Global Village 2016, Cekidot: 

1. Tarian Hikayat Prang Sabi

Hikayat Prang Sabi adalah sebuah hikayat yang diciptakan atau dikarang oleh Tgk Chik pante kulu yang merupakan sebuah syair kepahlawanan yang membentuk suatu irama dan nada yang sangat heroik yang membangkitkan semangat para pejuang Aceh dari zaman penjajahan portugis sampai zaman penjajahan Belanda hingga zaman TNA berperang dengan TNI.

Seperti saya kutip dari Forum AFC, Hikayat Prang Sabi adalah salah satu inspirator besar dalam menentukan perjuangan rakyat Aceh. Memang sejak dulu bangsa Aceh sangat akrab dengan syair-syair perjuangan Islam, sajak-sajak akan sebuah hakikat keadilan. Hikayat ini selalu diperdengarkan ke setiap telinga anak-anak aceh, laki-laki, perempuan, tua muda, besar kecil dari zaman ke zaman dalam sejarah Aceh sepanjang Abad.

Kalau kita belajar dari sejarah, maka Acehlah negeri yang paling ditakuti oleh Portugis dan sulit untuk ditaklukkan oleh Belanda sejak tahun 1873 serta Jepang. Beribu macam taktik perang yang digunakan oleh para penjajah tetapi tidak dapat menguasai Aceh yang unggul dengan taktik perang gerilyanya. Sejarah mencatat bahwa perang kolonial di Aceh adalah yang paling alot, paling lama, dan paling banyak memakan biaya perang dan korban jiwa penjajah.

Atas perintah Teuku Cik Di Tiro tahun 1881 di gubahlah syair Hikayat Prang Sabi oleh Teuku Chik Pante Kulu. Dan setiap akan berperang maka dibacakanlah syair itu di sawyah-sawyah menasah, di bacakan di desa-desa untuk mengobarkan semangat jihad ke masyarakat.

Dan hasilnya pada pertempuran di Kuto Lengat Biru 14 Juli 1904 wanita dan anak-anak yang syahid tercatat 316 orang. Semangat jihad inilah yang semakin tidak menggetarkan rakyat Aceh untuk terus berjuang.

Pihak Belanda pun kelimpungan untuk mengatasinya, dimulailah dikirim tokoh Belanda Snouck Hurgronje yang disusupkan untuk mempelajari kebudayaan Aceh menemukan jalan pikiran, sikap dan perilaku rakyat Aceh. Tujuh bulan di Peukan, Snouck bergaul amat rapat dengan ulama. Dan dengan diam-diam, hampir setiap malam, dia mencatat semua percakapannya dengan kaum ulama, struktur masyarakat Aceh, dan kedudukan ulama di mata rakyat. Lalu, dengan rapi catatannya itu dia persembahkan pada Gubernur Jenderal di Batavia.

Tak cukup dengan catatan itu, Snouck kemudian membuat buku, De Atjehers, yang memaparkan secara lengkap struktur masyarakat Aceh, kebudayaan, sampai posisi ulama. Segera buku itu menjadi terkenal, bahkan mendapat pujian dari para orientalis sebagai karya yang secara lengkap mengupas kebudayaan Islam di Aceh. Bagi Belanda, karya itu menjadi rujukan untuk menyusun taktik menghadapi perlawanan rakyat Aceh. Dan terbukti, Aceh pun kemudian mulai dapat dikalahkan.

Salah satu bagian paling penting dari Hikayat Prang Sabi adalah pendahuluan atau mukadimah. Bagian yang juga berbentuk syair ini menunjukkan secara jelas tujuan ditulisnya Hikajat Prang Sabi, dalam hubungannya dengan perang melawan Belanda. Setelah diawali dengan puji-pujian kepada Allah pencipta semesta alam, syair-syair pada mukadimah berlanjut pada seruan untuk perang Sabil. Juga disebutkan satu pahala yang dapat diperoleh bagi mereka yang berjihad dalam perang Sabil (jalan Allah-Red). Salah satu pahala yang akan diterima mereka yang mati syahid dalam perang tersebut adalah akan bertemu dengan dara-dara dari surga ( Bidadari ).




A video posted by Aceh (@wisataaceh) on


2. Tari Saman Gayo 

Tari Saman adalah sebuah tarian suku Gayo (Gayo Lues) yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari Saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara. Tari Saman ditetapkan UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia dalam Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak benda UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan.Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasihat-nasihat yang berguna kepada para pemain dan penonton.
Lagu dan syair pengungkapannya secara bersama dan kontinu, pemainnya terdiri dari pria-pria yang masih muda-muda dengan memakai pakaian adat. Penyajian tarian tersebut dapat juga dipentaskan, dipertandingkan antara group tamu dengan grup sepangkalan (dua grup). Penilaian ditititk beratkan pada kemampuan masing-masing grup dalam mengikuti gerak, tari dan lagu (syair) yang disajikan oleh pihak lawan.
A video posted by Aceh (@wisataaceh) on


3. Tari Rapa'i Geleng

Tipe Tarian ini ditujukan utk lelaki. umumnya yg memainkan tarian ini ada 12 orang lelaki yg telah terlatih. syair yg dibawakan yaitu sosialisasi pada penduduk perihal bagaimana hidup bermasyarakat, beragama serta solidaritas yg dijunjung tinggi.

tari Rapai Geleng Aceh mempunyai faedah, menanamkan nilai moral pada penduduk, serta juga menjelaskan perihal bagaimana hidup didalam penduduk sosial. Rapai Geleng pertama kali dikembangkan pada th. 1965 di Aceh Selatan. waktu itu tarian ini dibawakan pada waktu isi kekosongan waktu santri yg jemu usai studi. lantas, tarian ini jadikan fasilitas dakwah dikarenakan bisa bikin daya tarik pemirsa yg amat banyak.
gerakan tarian ini diikuti tabuhan Rapai yg memiliki irama satu-satu, lambat, lama lantas beralih cepat diiringi dng gerak tubuh yg tetap berposisi duduk bersimpuh, meliuk ke kiri serta ke kanan. gerakan cepat semakin lama semakin jadi tambah cepat. 
A video posted by Aceh (@wisataaceh) on

Demikian ulasan mengenai tarian Aceh yang tampil di Festival Global Village Dubai 2016. Untuk mempromosikan Aceh setiap foto yang di posting di media sosial jangan lupa hastag

#thelightofaceh dan #WisataHalalAceh .


Related Posts