Minggu, 28 Agustus 2016
Kuliner Aceh, Sate Matang Makanan Khas Bireuen

Kuliner Aceh, Sate Matang Makanan Khas Bireuen


Wisata Aceh - Makanan tradisional satu ini adalah makanan jenis sate yang datang dari daerah Aceh. Namanya yaitu Sate Matang. Kuliner Aceh ini sangat populer di Aceh dan di luar Aceh. Yuk simak pembahasan mengenai Sate Matang.

Apakah Sate Matang itu? 

Sate Matang yaitu satu diantara makanan tradisional jenis sate yang datang dari daerah Aceh. Sate satu ini memanglah sepintas nyaris serupa dengan sate di Indonesia biasanya, tetapi dalam sisi penyajian serta rasa-rasanya begitu tidak sama serta begitu khas. Sate Matang ini adalah satu diantara makanan tradisional yang cukup populer di Aceh. Terkecuali jadi makanan favorite warga sekitaran, makanan ini dapat kerap jadi menu yang banyak di cari oleh beberapa wisatawan yang datang kesana.

Asal Usul Sate Matang 

Untuk orang yang belum tahu Sate Matang ini, tentu dihubungkan dengan kata “matang” yang bermakna “sudah masak”. Tetapi sesungguhnya nama Sate Matang ini di ambil dari nama satu tempat di Aceh, yakni Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Konon ditempat berikut Sate Matang pertama kalinya dikenalkan oleh penjualnya. Sate Matang lalu mulai popular serta di kenal oleh orang-orang luas mulai sejak tahun 90an. Sampai saat ini Sate Matang mulai menebar luas, bukan sekedar di Aceh saja, tetapi juga ada di sebagian kota besar yang lain di Indonesia.


Kekhasan Serta Kelebihan Sate Matang 

Satu diantara keunikan dari Sate Matang ini terdapat pada penyajiannya. Sate Matang ini bukan sekedar dihidangkan dengan bumbu kacang saja, tetapi juga senantiasa dihidangkan berbarengan dengan nasi serta kuah soto. Dalam kuah soto itu umumnya juga diisi potongan kentang serta daging hingga merasa lebih gurih. Kombinasi rasa dari sate serta kuah soto berikut yang bikin rasa Sate Matang makin istimewa.

Pengolahan Sate Matang 

Sate Matang ini terbuat berbahan dasar daging kambing atau daging sapi. Umumnya jenis daging itu sesuai dengan hasrat konsumen. Sistem pemrosesan Sate Matang nyaris sama juga dengan pemrosesan sate biasanya. Tetapi sebelumnya dibakar, daging yang telah ditusuk lalu di rendam terlebih dulu kedalam bumbu, hingga bumbunya dapat lebih meresap.

Untuk kuah soto pada Sate Matang ini umumnya memakai kaldu kambing yang dimasak dengan bumbu spesial. Dalam kuah soto itu umumnya juga diisi potongan kentang serta daging. Sedang untuk penyedap rasa umumnya ditambahkan daun bawang. Lalu untuk bumbu kacangnya diracik dengan bumbu spesial serta ditumbuk sampai halus.

Cita Rasa Sate Matang 

Sate Matang ini mempunyai cita rasa yang khas serta tidak sama dengan sate lain di Indonesia. Kombinasi rasa sate serta kuah soto yang gurih, dan rasa bumbu kacang yang manis, pasti membuahkan sensasi rasa yang khas serta nikmat. Diluar itu, di dukung dengan struktur daging yang empuk pasti bikin kesenangan Sate Matang ini makin lengkap.

Kuliner Sate Matang 

Sate Matang ini adalah satu diantara makanan tradisional yang cukup populer di Aceh, terlebih di daerah Bireuen. Disana sangat banyak warung sate atau pedangang keliling yang jual Sate Matang ini. Diluar itu Sate Matang juga menyebar di sebagian tempat di Aceh, hingga untuk anda yang tengah bertandang atau berwisata ke sana serta menginginkan menikmatinya, anda bisa dengan gampang temukan makanan satu ini.
Demikian inginalan mengenai “Sate Matang Makanan Tradisional Dari Aceh”. Mudah-mudahan berguna serta memberi pengetahuan anda mengenai kuliner tradisional di Indonesia.

Berikut ini adalah hal yang disiapkan dalam membuat sate matang untuk tiga porsi:

Bahan utama:
300 gram daging sapi

Bahan bumbu untuk membakar sate:
1 sendok teh ketumbar
1 butir bawang putih
1 butir bawang merah
1 batang serai
1 ruas jari jahe
1 ruas lengkuas
2 sentimeter kunyit
2 butir kemiri
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya

Cara memasak:
1. Haluskan bumbu
2. Tumis bawang putih, masukkan halusan bumbu dan daging sebentar saja sampai bumbu meresap
3. Angkat, susun daging ditusuk sate, lalu bakar

Bahan bumbu kacang
2 ons kacang tanah, goreng lalu haluskan
1 butir bawang putih untuk menumis
2 lembar daun salam
1 lembar daun jeruk purut
2 lembar daun pandan
1 batang kecil serai
1 batang kayu manis
2 ons cabai kering
500 mililiter santan
1 sdm gula putih
Gula merah sedikit saja


Cara memasak:
1. Tumis semua rempah-rempah sampai harum;
2. Masukkan santan, tunggu sampai sedikit mendidih;
3. Masukkan kecang tanah yang sudah dihaluskan bersama cabai kering;
4. Aduk sampai mendidih dan mengental hingga berminyak;
5. Tambahkan kecap Bango di atas sajian sate.

Bahan kuah soto sate matang:
1/2 liter air matang
1 sendok teh ketumbar
1 butir bawang putih
1 butir bawang merah
1 batang serai
1 ruas jari jahe
1 ruas lengkuas
2 cm kunyit
2 butir kemiri
1/2 butir kelapa, dibuat santan
Garam secukupnya
Gula merah secukupnya

Cara memasak:
1. Rebus tulang daging sapi dengan air matang hingga mendidih sampai empuk;
2. Semua bumbu dicampur menjadi satu dan dihaluskan ke dalam rebusan daging;
3. Masukkan santan ke dalam rebusan daging yang telah dicampur dengan semua bumbu;
4. Tambahkan daun bawang prei, daun sop, daun jeruk purut, daun salam, daun pandan, kayu manis, kapulaga, ketumbar, dan penyedap rasa.

Jika ingin menikmati sate matang langsung dari ahlinya, Anda bisa ke kedai milik Saimun di Jalan Sri Ratu Safiatudin Nomor 82, Gampong Peunayong, Banda Aceh.


A photo posted by Dolly Regar (@dolly_regar) on

A video posted by Azhan Rani (@azhan_rani) on

A photo posted by Lailul Ikram (@likramovic) on


YUK CINTAI DAN LESTARIKAN KULINER KHAS ACEH

Ayo Vote Aceh di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016

Kompetisi Pariwisata Halal Nasional mulai memasuki tahap pemilihan mulai Minggu (28/8).

Sejumlah destinasi wisata di Aceh bersaing dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia.

Untuk Kategori Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Aceh bersaing dengan Yogyakarta dan Lombok.

Selain itu, Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi icon Aceh masuk dalam nominasi Kategori Daya Tarik Wisata Terbaik bersama Museum Kapal PLTD Apung, Museum Rumoh Aceh, dan Museum Tsunami.

Kemudian Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda untuk Kategori Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik.

Hotel Hermes Palace untuk Kategori Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik.

Kadisbudpar Aceh, Reza Fahlevi menjelaskan, kompetisi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan pemenangnya akan diusulkan menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang kompetisi pariwisata halal internasional World Halal Travel Award (WHTA).

“Untuk itu kami mengajak seluruh Rakyat Aceh untuk bersama-sama berpartisipasi membantu memenangkan Aceh dalam pemilihan ini”, ajaknya.

Lalu, bagaimana cara memilihnya? Gampang, anda tinggal membuka laman http://bit.ly/voteaceh dan pilihlah kategori-kategori dimana Aceh masuk dalam nominasi, khususnya kategori 1, 2, 10, 14.

“Mari bersama dukung Aceh sebagai The World’s Best Halal Cultural Destination 2016”, demikian Reza Fahlevi.

Sumber: http://disbudpar.acehprov.go.id/
Sabtu, 27 Agustus 2016

Wisata Tebing Lamreh, Destinasi Cantik Yang Harus Kamu Tahu

Wisata Aceh - Provinsi Aceh tidak hentinya tawarkan pesona alam yang menggoda traveler untuk datang. Yang mungkin saja belum di kenal banyak traveler yaitu Desa Lamreh di Aceh Besar, dengan pemandangan tanjung serta lanskap tebing yang menakjubkan. Sungguh!

Wisata Tebing Lamreh, Destinasi Cantik Yang Harus Kamu Tahu
Photo by @mistersuu 
Berjalan-jalan ke tempat baru, senantiasa saja bikin mata terpana bakal keindahan alamnya. Hmm, bagaimana tidak, alam Indonesia demikian indah serta menakjubkan. Lamreh yaitu satu diantara contoh kenyataannya. Desa ini ada di Aceh Besar, tepatnya di kecamatan Krueng Raya, sekitaran 1 km dari pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Keindahan Lamreh telah tak perlu diragukan lagi. Bahkan juga Putri Indonesia 2005 telah mengunjunginya lho.

Sesungguhnya apa sih yang menarik di Lamreh? Hmm, tenang saja, bila Anda telah mengunjunginya, Anda bakal terkagum-kagum dengan keindahan alamnya. Di Lamreh ada satu tebing yang di populer dengan nama tebing Lamreh, yang pastinya sesuai sama nama desa tempat tebing ini ada.

Terkecuali ada tebing, pastinya ada tanjung juga dong, nama tanjungnya yaitu Ujung Kelindu. Pesona panorama disini, Indah serta seindah indahnya. Bahkan juga saat Anda tiba ditempat ini, Anda bakal selekasnya keluarkan peralatan kamera untuk mengabadikan event terindah.

Tak jauh dari Lamreh, ada satu pantai yang cukup populer juga di Aceh Besar. Pantai Pasir Putih namanya. Pantai ini dapat diliat segera dari arah kanan. Di samping kiri tak kalah menarik juga, ada satu pulau kecil yang bernama Sangat Ramanyang. Kita akan lihat pulau besar yang juga begitu populer di Aceh. Pulau Sabang, yang kaya tempat keindahan yang eksotik.

Tetapi, rute yang perlu ditempuh untuk menuju Bukit Lamreh ini lumayan jauh, sekurang-kurangnya Bukit ini ada 33 KM dari Kota Banda Aceh. Untuk menuju ke Bukit ini, perlu perjalanan sekitaran 30-50 menit perjalanan. Lumayan jauh kan? Namun semua bakal terbayar lunas dengan keindahannya.
A photo posted by Aceh24jam (@aceh24jam) on


A photo posted by Lidya Tasza (@lidyatasza) on



Wisata Unik Pantai Anoi Itam Sabang

Wisata Unik Pantai Anoi Itam Sabang - Wisata Aceh
Wisata Aceh - Dari demikian banyak pantai di Pulau Weh, mungkin saja pantai yang satu ini yang paling tidak sama. Pantai Anoi Itam yang berjarak 13 km dari Kota Sabang yaitu hanya satu pantai yang berpasir hitam di pulau ini. Anoi Itam sendiri memanglah bermakna 'pasir hitam'. Keindahan eksotis pantai ini sudah mengantarkannya mencapai predikat sebagai satu diantara pantai paling cantik di Nusantara versus majalah Garuda Indonesia.

Pasir Pantai Anoi Itam konon mempunyai berat type yang tidak sama dengan pasir hitam di pantai-pantai yang lain. Beratnya lebih kurang tiga kali lipat berat pasir hitam biasanya. Hal semacam ini dikarenakan kandungan nikel yang tinggi dalam komposisi mineral penyusunnya. Gabungan warna dari pasir hitam serta batu-batu kapur yang berwarna putih di sekelilingnya tampak kontras serta memberi sensasi keindahan sendiri.

Birunya laut terlepas serta desiran angin pantai yang menimpa badan kita mendatangkan kedamaian yang membebaskan kita dari capek. Coba menyusuri garis pantainya dengan bertelanjang kaki di sore hari. Pasirnya yang hangat bermain di sekujur telapak kaki waktu tersapu ombak, mendatangkan sensasi yang bikin kita santai. Melihat bentangan alam, pohon-pohon hijau, birunya langit serta panorama Gunung Seulawah yang menjulang di Aceh daratan jadi pengalaman yang akan tidak tergantikan.

Agar bisa nikmati keindahan pantai ini, kita dapat menjelajah dengan bersepeda motor dari Kota Sabang, menyusuri jalur timur, melewati Pantai Sumur Tiga. Selama perjalanan menyusuri jalan yang menanjak serta alami penurunan, kita dimanjakan dengan keindahan panorama pantai yang umum kita saksikan dalam karya-karya fotografi. Ketidaksamaannya, keindahan mahakarya Sang Pencipta ini saat ini betul-betul riil di depan mata kita.

A photo posted by Suwarno Goh (@suwarnogoh) on


A video posted by Dina Rahmat (@dina_rahmat) on


A photo posted by Luthfina Zuhra (@lupinnot) on


A photo posted by Indra Permana (@indralpu) on

Wisata Religi Masjid Agung Istiqamah Gaya Timur Tengah

Wisata Religi Masjid Agung Istiqamah Gaya Timur Tengah - Wisata Aceh
Photo by Zulfan Helmi
Wisata Aceh - Masjid Agung Istiqamah di Tapaktuan, Aceh mempunyai arsitektur bangunan yang unik serta elegan. Pelataran masjidnya diberitakan kerap jadi tempat proses hukuman untuk pelanggar syariat Islam.

Tiap-tiap lokasi mempunyai ikonnya semasing, yang disebut daya tarik serta ciri khas daerah spesifik. Aceh yang populer dengan syariat Islam serta Serambi Mekah adalah jati diri yang telah lama menempel di orang-orang Indonesia serta dunia Internasional.

Masjid yaitu satu diantara bangunan yang banyak didapati di nyaris semuanya gampong serta kota di Aceh. Masjid jadi satu hal yang vital, semakin megah satu masjid jadi makin makmur orang-orangnya. Bagunan beribadah umat muslim ini dapat jadi satu destinasi wiasata religi waktu bertandang ke lokasi ini.

Tapaktuan yaitu satu diantara kota yang banyak mempunyai destinasi wisata. Terkecuali populer dengan lautnya dengan legenda Putri Naga serta Tuan Tapa, kota kecil ini dapat populer religius. Masjid Agung Istiqamah adalah pusat beribadah di kota ini. Bangunannya memanglah tak demikian besar, terdapat Jalan Jendral Sudirman di pusat kota wisata Tapaktuan, Aceh Selatan.

Masjid ini mempunyai satu kubah dengan empat menara kecil yang melingkari kubah paling utama. Bila di perhatikan relief serta style arsitektur, masjid ini lebih menghadap ke seni arsitektur Timur Tengah dengan sedikit sentuhan style tradisional.

Masjid Agung Istiqamah mempunyai satu menara yang menjulang pas ada di halamannya, tingginya sekitaran 30 mtr.. Di halamannya juga kerap diselenggarakan eksekusi hukum cambuk serta rajam untuk tiap-tiap pelanggar hukum syariat Islam.

Warna yang menguasai masjid ini yaitu kuning serta orange dengan sentuhan warna emas pada sebagian pojok bangunan. Relief-relief bangunan dengan warnanya yang berani jadikan Masjid Agung Istiqamah menarik untuk diliat. Terkecuali warna, motif-motif floris serta bintang juga disematkan di empat menara yang melingkari kubah, jendela, juga mihrab di bagian dalam masjid.

Keadaan masjid juga tertangani, kebersihannya juga begitu terbangun. Masjid yang penuh warna ini memanglah kerap jadikan pelancong sebagai tempat berkunjung untuk menunaikan beribadah. Sambil nikmati suguhan beragam tempat wisata yang ada di Ibu Kota Kabupaten Aceh Selatan ini.

Tak perlu sangsi mengunjunginya, lantaran ditanggung tiap-tiap pengunjung yang melaksanakan ibadah di Masjid Agung Istiqamah bakal terasa sejuk serta nyaman. Tempatnya kurang lebih cuma 100 mtr. dari laut serta pas ada di jalan paling utama di Kota Naga Tapaktuan.

Bila datang di siang hari, pengunjung akan rasakan lirihnya angin laut yang bertiup enjoy sampai masuk kedalam masjid. Tertarik untuk mengunjunginya?

A video posted by Wisata Aceh (@wisataaceh) on
Jumat, 26 Agustus 2016

Event : Aceh International Rapa‘i Festival 2016

Event : Aceh International Rapa‘i Festival 2016
Banda Aceh - Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Aceh bakal buka dengan cara resmi Aceh International Rapa‘i Festival 2016 pada Jumat malam, 26 Agustus 2016. " Gagasannya, Rapa’i Festival di buka segera oleh Gubernur Aceh, " kata Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi.

Festival Rapa’i di gelar sebagai acara budaya untuk tingkatkan nilai jual seni rapa’i sendiri. Rapa’i yaitu alat musik perkusi tradisional Aceh, datang dari Timur Tengah, yang dibawa oleh seseorang penyair Islam ke Aceh bernama Syech Rapa‘i. Dia memakainya dahulu sebagai satu diantara media penyebaran agama Islam.

Menurut Reza, beberapa daerah serta negara turut menyemarakkan festival itu. Propinsi yang sudah menyebutkan turut yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Makassar, serta Surabaya. Sedang negara lain yang bakal turut yaitu Cina, Thailand, Malaysia, Iran, serta Jepang.

 " Artis nasional serta internasional akan menyemarakkan festival bergengsi ini, seperti Daood Debu, Rafli Kande, Tompi, Gilang Ramadhan, Moritza Taher, serta Steve Thornton, " kata Reza.

Aceh Internasional Rapa’i Festival juga disemarakkan dengan aktivitas pendukung menarik yang lain, seperti seminar serta music clinic yang dipandu oleh talent artis nasional serta luar negeri dan talent lokal, seperti Syamsuddin Djalil, Tgk. Usmani Kandang, serta Irwansyah Harahap.

Dalam rencana mengenalkan Aceh sebagai satu diantara Destinasi Wisata Halal Dunia, di gelar rangkaian city tur ke sebagian destinasi wisata alam serta bersejarah di Aceh. Peristiwa ini diinginkan jadi masa lalu menarik untuk peserta serta mensupport promosi pariwisata Aceh pada saat yang akan datang. Sumber : tempo.co


Kamis, 11 Agustus 2016

7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib diKunjungi

Kepulauan Banyak berada di Kabupaten Aceh Singkil yang terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil. Pulau Banyak yang terbagi dalam gugusan pulau yang bersebelahan dengan samudera hindia, tepatnya di ujung samping barat Pulau Sumatera. Menurut warga sekitar ada 99 gugusan pula, namun setelah tsunami tinggal sekitar 60an yang layak untuk dikembangkan jadi tempat wisata andalan. Termasuk juga keindahan alam bawah laut seta penyu hijaunya.

Sebagai daerah kepulauan, Pulau Banyak mempunyai laut yang cukup luas juga pantai yang begitu panjang serta indah, pantai Pulau Banyak tak kalah dengan Pantai-pantai lain di indonesia. Pasir putihnya lebih lembut, lambaian daun- daun kelapa yang rindang makin memperindah situasi tamasya dengan panorama alam pantai tropis. Indahnya pemandangan Sunset juga jadi tontonan sendiri yang mengasyikkan. Kalau kepulau banyak jangan mampir ke pulau paling banyak di kunjungi oleh wisatawan luar negeri. Berikut 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi dari 60an pulau yang ada.


1. Pulau Balai
Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi
Suasana Di Pulau Balai. Photo by Zulfan Helmi/Wisata Aceh
Pulau Balai merupakan pulau yang paling banyak penduduk, di pulau ini ada 3 desa. Kebanyakan wisatawan menginap di pulau balai. Karena di Pulau ini banyak menyediakan penginapan seperti homestay. Warga pulau balai sangat ramah dan tidak sombong, enak untuk di ajak ngobrol. Untuk menikmati laut di pulau balai pada malam hari sangat di saran tidur di homestay muar mata. Penginapan ini langsung menghadap ke laut. Saat malam hari kita bisa melihat kelat kelip lampu di jembatan Syeh Abdul Rauf As-singkili. Pada pagi hari langsung disuguhkan dengan pemandangan luar biasa, sinar matahari langsung menyinari kamar tidur di penginapan ini.


2. Pulau Panjang

Pulau Panjang, namanya sesuai dengan bentuk pulaunya. Geografis pulau ini panjang sesuai namanya pulau Panjang. Letak pulau ini berdekatan dengan Pulau Balai. Kalau menghadap ketimur pulau ini berada di sebelah kanan pulau Balai. Pulau Panjang banyak di kunjungi oleh warga pulau balai untuk meuramin (bertamasya) karena letaknya dekat. Pasir putih yang lembut ketika menyentuh telapak kaki menjadi ciri khas di kepulauan banyak. Nyiur melambai pohon kelapa membuat kita pengen berlama-lama di pulau ini. 

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi

3. Pulau Rangit

Pulau Rangit menjadi destinasi favorit dikarena memiliki sebuah mercusuar. Letaknya juga tidak terlalu jauh dari pulau Panjang, sekitar 25 menit dari pulau tersebut. Dari mencusuar ini kita bisa melihat indahnya gradasi warna laut super indah. Tampak dua perahu sedang bersandar dipantai pulau rangit, membuat pemandangan dari atas mencusuar makin bewarna. Kalian kalau ke pulau banyak wajib kemari, karena disini bisa melihat keindahan pulau di sekitar pulau rangit.

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi

4. Pulau Palambak

Saat pulau-pulau main petak-umpet. Nikmati temukan diri Anda di Palambak, satu pulau tersembunyi di Aceh Singkil

Nyiur kelapa melambai indah diantara birunya langit yang tampak demikian memesona. Sesaat hamparan air laut yang jernih seakan tidak mempunyai batas. Membentang luas dengan batas horison yang menghilang di cakrawala. Sebagian bungalow simpel juga tampak rapi berjajar. Sedikit sih jumlahnya, namun malah itu yang jadikan pulau Palambak besar ini khusus. Dengan batasan pengunjung yang diaplikasikan, mungkin saja satu diantara langkah untuk tetaplah melindungi kelestarian alam di pulau yang banyak ditumbuhi oleh pohon kelapa ini.

Sangat banyak kegiatan yang dapat dikerjakan dipulau ini. Terkecuali berenang di luasnya laut yang dangkal, bermain seperti juga rasa-rasanya seru. Ombak di depan bungallow tidaklah terlalu besar, jadi pas untuk bermain air. Diluar itu lantaran perairannya dangkal hingga basic laut yang berpasir putih juga tampak indah.

Bila menginginkan nikmati pulau, jalan-jalanlah mengitarinya. Hamparan kebun kelapa yang banyak tumbuh di pulau ini dapat tampak demikian memmesona lantaran berpadu indah dengan pantai pasir putih yang panjang serta bersih.

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi
Penginapan di Pulau Palambak. phot by Zulfan Helmi/Wisata Aceh

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi
Penginapan di Pulau Palambak. phot by Zulfan Helmi/Wisata Aceh

5. Pulau Malelo

Pulau malelo merupakan pulau paling imut dari kebanyak pulau disini. Kenapa pulau malelo imut? dikarenakan pulau ini hanya memiliki 4 pohon kelapa yang sudah mati. Hamparan pasir yang bersih dan air laut jernih serta gradasi warna lautnya cocok sekali untuk berfoto ria di pulau malelo. Nah untuk kalian jangan lupa mengabadikan moment kalian di pulau ini

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi

Wisata Aceh : 7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi

6. Pulau Sikandang

Dari beberapa pulau yang kita bahas diatas, pulau Sikandang termasuk alternatif untuk menginap jikalau penginapan yang berada di pulau Palambak penuh. Pulau Sikandang saat ini dikelola oleh Simon, seorang bule dari negara Jerman yang sudah jatuh cinta sama pulau Sikandang. Bungalow di pulau tersebut namanya Nina's Bungalow. Kebanyakan yang menginap di pulau Sikandang adalah turis mancanegara.

Pulau Sikandang. Photo by Zulfan Helmi / Wisata Aceh
Pulau Sikandang. Photo by Zulfan Helmi / Wisata Aceh

Wisata Aceh Pulau Sikandang
Pulau Sikandang. Photo by Zulfan Helmi / Wisata Aceh
7. Pulau Tailana

Pulau Tailana. Photo by Zulfan Helmi / Wisata Aceh
Pulau Tailana. Photo by Zulfan Helmi / Wisata Aceh

Pulau Tailana. Photo by Zulfan Helmi / Wisata Aceh
Pulau Tailana. Photo by Zulfan Helmi / Wisata Aceh
Belum lengkap rasanya bila tak ke Pulau Tailana. Pulau itu jadi maksud paling utama wisatawan karena di kenal sebagai lokasi snorkeling. Keindahan pemandangan Pulau Tailana juga terlihat dari hamparan pasir putih bak permadani yang ditumbuhi berjubel pohon kelapa. Hamparan pasir putih nan lembut ini sering menarik beberapa wisatawan untuk memanjakan badannya. Di sebagian pojok pulau ada juga pasir kasar yang datang dari pecahan batu karang. Pasir-pasir itu menyebabkan dampak kilatan sinar seperti berlian saat terpantul cahaya matahari. Sembari bermain di pasir, pengunjung dapat juga melepas pandangan ke gugusan pulau yang ada di seberangnya. Air laut berwarna biru tosca muda, membetot raga untuk selekasnya menceburkan diri.

Sesaat untuk lokasi snorkeling pengunjung mesti berenang sekitaran 100 mtr. ke arah Utara yang menyuguhkan panorama bawah lautnya seperti akuarium raksasa. Laut di sekitar Tailana terlihat dangkal serta jernih. Hamparan pasir putihnya juga cukup luas. Hingga pulau yang masuk dalam lokasi Kecamatan Pulau Banyak Barat ini, begitu pas jadi tempat liburan berbarengan keluarga. Membawa anak-anak bermalam di lokasi pantai tak jadi masalah, karena ada cottage yang dilengkapi kelambu.

Demikian informasi mengenai  7 Destinasi Wisata di Pulau Banyak Yang Wajib di Kunjungi. Semoga bermanfaat, jangan lupa Share artikel ini, terima kasih banyak :)
Selasa, 09 Agustus 2016

Wisata Keliling Pulau Banyak Yang Menakjubkan #CahayaAceh

Wisata Aceh : Wisata Keliling Pulau Banyak Yang Menakjubkan #CahayaAceh

Wisataaceh.net - Sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui. Peribahasa ini tidak cuma menerjemahi banyak pekerjaan dapat dilewati dalam sekali kerja. Namun saya temukan arti lain waktu coba sensasi island hopping Pulau Banyak.

Yaitu, mendayung di Pulau Banyak, Aceh Singkil, sebenarnya tidak cuma satu, dua, tiga pulau terlampaui. Saya jadi dapat melalui banyak pulau dalam sehari ngetrip di kepulauan tropis paling ujung barat Nusantara itu. 

Namun tebaklah, apakah saya betul-betul mendayung?
Tak! Tidak mungkin saya kayuh perahu untuk melompati beragam pulau cantik di Pulau Banyak. Atraksi island hopping itu saya tempuh memakai perahu motor (di kenal robin) punya Sunarwin, nelayan Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak.

Sepanjang dua hari pada akhir Juli yang cerah itu, atau empat hari sesudah berlangsungnya Festival Pulau Banyak yang cuacanya jelek, saya singgahi 8 pulau dari 80-an gugus pulau di Pulau Banyak.

DAY 1

Di hari pertama, saya diangkut Sunarwin dengan robin bermesin 11, 5 PK kepunyaannya. Perahu jalan seperti berselancar di permukaan gelombang yang bening, meraih barat Kepulauan Banyak.

Terik mentari tidak saya pedulikan. Sebab sensasi island hopping Pulau Banyak ini akan melipur letih perjalanan darat yang saya tempuh terlebih dulu dari Banda Aceh ke Singkil, 18 jam, ditambah 3 jam menyeberang ke Pulau Balai.

Di perairan dangkal, terumbu karang tampak terang dari balik warna air yang biru kolam. Banyak koral telah mati. Tetapi, kerap juga saya melintas di segi bayi terumbu karang ; ikan-ikan karang menari disana.

Jauh di depan, garis horizontal Samudera Hindia seakan-akan menyampaikan kabar, di sampingnya tersembunyi jurang yang dalam. Namun makin melaju, makin garis itu memudar serta bikin gugusan pulau mencuat satu per satu.
Selasa, 02 Agustus 2016

Disbudpar Aceh Gandeng Berbagai Elemen Untuk Promosikan Wisata Halal



Wisataaceh.net - Beberapa penggiat media sosial di bidang pariwisata menggelar diskusi bersama para duta wisata Aceh. Mereka menyoroti perananan Aceh dalam kompetisi halal nasional dan membahas upaya promosi wisata wilayah ujung barat Indonesia itu.

Seperti diketahui, sebelumnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar famtrip mengangkat destinasi wisata unggalan di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh dengan menggandeng pegiat sosial media dan blogger Aceh. Trip bertajuk “Susuri Cahaya Aceh dari Pantai Barat” ini berlangsung selama 27 Juli – 5 Agustus 2016.

5 blogger dalam famtrip tersebut diharapkan dapat membantu Pemerintah Aceh (Disbudpar Aceh) dalam digital branding “Halal Tourism” atau “Wisata Halal” melalui semangat Rebranding “The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh” untuk mewujudkan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia 2016 dan mampu berkontribusi mempositifkan image Aceh di halaman pencarian Google.

Satu tim famtrip yang terdiri atas blogger dan pegiat media sosial tersebut diketuai Khairul Mubaraq pemilik akun Instagram Wisata Aceh (@wisataaceh), yang dibantu Yudi Randa (HikayatBanda.com), Makmur Dimila (Safariku.com), Fakhrizan Joely (Wisataaceh.net) dan Zulfan Helmi (Zlvn.net).


Setelah beberapa waktu lalu mengenalkan branding 'The Light of Aceh' kepada sejumlah komunitas online, Bagian Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh semakin gencar berkoordinasi untuk memantapkan strategi untuk menyukseskan misi tersebut.

"Respon baik dari Disbudpar Aceh ini tentu membuat kami yakin, hadirnya branding terbaru ini akan memberikan dampak untuk menjadikan Aceh sebagai World's Best Halal Cultural Destination 2016," jelas Rizki, mahasiswa Aceh yang menuntut ilmu di Yogyakarta.

Menurutnya, kompetisi wisata halal nasional yang diikuti oleh Disbudpar Aceh harus menyasar sejumlah tempat publik yang memiliki massa.

"Untuk menarik minat masyarakat dalam voting nanti, Disbudpar Aceh juga harus memanfaatkan warkop yang memiliki fasilitas WiFi untuk bisa merubah home login akses internet dengan logo branding terbaru dan laman yang mengarah langsung pada voting wisata halal untuk memilih Aceh," paparnya di Nacha Cafe Lampineung Banda Aceh, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Ketua Serikat Agam Inong Nanggroe (SAIN) Aceh dari perwakilan duta wisata, Reyhan Gufriyansyah, juga menyampaikan ide untuk merangkul seluruh anggota SAIN agar terlibat aktif dalam mengkampanye wisata halal ini.

"Anggota SAIN Aceh siap untuk membranding The Light of Aceh serta mendukung dan mewujudkan Pesona Cahaya Aceh menjadi World's Best Halal Cultural Destination 2016, kami juga akan minta fasilitasi dari Disbudpar Aceh untuk membuat pertemuan dengan seluruh anggota SAIN yang tersebar disejumlah kabupaten/kota serta selegram agar menjadiendorser dalam kampanye wisata halal ini," sebutnya.

Upaya yang dilakukan anggota SAIN Aceh, diharapkan dapat membuat branding baru Aceh makin dikenal. Ditambah dengan bantuan dari Selebgram untuk mempercepat promosi Aceh sebagai Destinasi Halal.

"Selebgram bisa memberikan pengaruh besar yang positif untuk para pengikutnya, dari konten yang diposting di akun-akun pribadi media sosialnya," sebut duta wisata asal Meulaboh ini.

Hingga saat ini, secara resmi Disbudpar Aceh juga menyatakan telah mendaftar dalam kompetisi wisata halal nasional, yang nantinya akan segera digelar voting mulai 18 Agustus hingga 7 September mendatang.

"Saat ini kita juga telah menyiapkan ragam konten semenarik mungkin untuk menarik minat masyarakat agar nantinya ikut dalam voting wisata halal yang akan dimulai 18 Agustus nanti. Kita harap adanya koordinasi dengan pegiat media sosial dan duta wisata ini tentu bisa membantu kita agar terbentuknya interaksi dan dukungan dari masyarakat secara luas," imbuh M. Syahputra, Kasi Promosi Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh. []
Kamis, 28 Juli 2016

Disbudpar Gandeng Blogger Angkat Cahaya Aceh di Pantai Barat Selatan



Wisataaceh.net - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar famtrip mengangkat destinasi wisata unggalan di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh dengan menggandeng pegiat sosial media dan blogger Aceh. Trip bertajuk “Susuri Cahaya Aceh dari Pantai Barat” ini berlangsung selama 27 Juli – 5 Agustus 2016.


Kepala Disbudpar Aceh, Reza Fahlevi, menjelaskan, famtrip tersebut dibuat sebagai bagian dari destinasi branding “The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh” guna mendukung Aceh dalam ajang Pemilihan World’s Best Halal Cultural Destination 2016. Dalam hal ini, pihaknya mengoptimalkan strategi pemasaran melalui pendekatan POSE (Paid Media, Own Media, Social Media, Endorser) dengan bantuan jasa digital branding dari para blogger tersebut.

“Aceh, dengan kemudahan akses internet, tentu sangat tepat menggunakan strategi POSE. Kekuatan media sosial, yang didukung oleh para blogger, diyakini cukup tepat untuk membranding Aceh sebagai World’s Best Halal Cultural Destination 2016 melalui dunia maya,” katanya, Kamis (28/07/2016).

Ia menambahkan, 5 blogger dalam famtrip tersebut diharapkan dapat membantu Pemerintah Aceh (Disbudpar Aceh) dalam digital branding “Halal Tourism” atau “Wisata Halal” melalui semangat Rebranding “The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh” untuk mewujudkan Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia 2016 dan mampu berkontribusi mempositifkan image Aceh di halaman pencarian Google.

Kabid Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Rahmadhani, menyebutkan, satu tim famtrip yang terdiri atas blogger dan pegiat media sosial tersebut diketuai Khairul Mubaraq pemilik akun Instagram Wisata Aceh (@wisataaceh), yang dibantu Yudi Randa (HikayatBanda.com), Makmur Dimila (Safariku.com), Fakhrizan Joely (Wisataaceh.net) dan Zulfan Helmi (Zlvn.net).

“Mereka akan mengeksplorasi beberapa potensi destinasi wisata halal di wilayah Barat-Selatan Aceh, mulai dari Aceh Jaya sampai ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. Wilayah Barat-Selatan Aceh dipilih karena kawasan itu memiliki potensi wisata alam, budaya, religi, dan kuliner yang layak dijadikan sejumlah titik destinasi wisata halal di Aceh. Di samping selama ini, kawasan itu jarang tereskpos dalam pemberitaan positif ke dunia maya padahal memiliki “Cahaya Aceh” yang sangat layak dijual ke wisatawan mancanegara,” ujarnya, Kamis (28/07/2016).

Sekembali dari trip tersebut, tambah Rahmadhani, para blogger itu akan mempublikasikan hasil perjalanan mereka dengan menerapkan digital influencing (pengaruh ekosistem digital) di blog dan akun sosial media mereka masing-masing.[]

Lebih lanjut, hubungi Kabid Pemasaran Pariwisata Disbudpar Aceh, Rahmadhani M.caBus (082166441925)